Home Lifestyle Benarkah Kebijakan New Normal Tepat di Indonesia?
Benarkah-Kebijakan-New-Normal-Tepat-di-Indonesia

Benarkah Kebijakan New Normal Tepat di Indonesia?

by admin

Kebiasaan new normal yang telah ditetapkan di beberapa negara, khususnya di Indonesia memang sedikit membingungkan. Khususnya bagi masyarakat kecil maupun para buruh yang ada di Indonesia. Sebagian besar masyarakat juga beranggapan bahwa kebiasaannya normal tersebut tidak tepat diterapkan di Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya jumlah masyarakat yang telah positif terkena covid 19 semakin mengalami peningkatan.

Melihat hal ini maka pihak pemerintah disarankan untuk tidak menyebutnya dengan istilah new normal. Akan tetapi dapat menggunakan istilah physical dispenching yang telah terukur. Misalnya saja pada kalangan buruh yang telah bekerja pada perusahaan dapat diliburkan secara bergilir. Hal ini bertujuan supaya mengurangi keramaian yang ada di tempat kerja.

Berikut ini bukti yang tidak mendukung new normal diterapkan di Indonesia, diantaranya:

1. Adanya  Peningkatan Pasien Corona

Alasan yang pertama yaitu karena jumlah pasien yang terkena positif Corona terus-menerus mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari jumlah pasien yang semakin hari terus bertambah dan saat ini telah mencapai hingga ratusan pasien.

2. Pekerja yang Terpapar Corona

Alasan kedua yaitu para pekerja atau buruh yang sudah mulai bekerja justru terkena dampak Corona. Tidak hanya sebagai pasien yang positif Corona, namun pasien tersebut juga telah meninggal dunia karena penyebaran virus covid 19.

3. Bahan Baku yang Semakin Menipis

Bahan baku impor sudah semakin menipis atau bahkan sudah tidak ada lagi. Sehingga hal ini menjadikan banyak pabrik yang telah melakukan PHK dan merumahkan para pekerjanya. Misalnya saja yang terjadi pada industri tekstil mengenai bahan baku berupa kapas yang semakin menipis. Sementara di industri elektronik maupun otomotif mempunyai suku cadang yang semakin menipis.

4. Adanya PHK

Banyak perusahaan yang telah melakukan PHK besar-besaran. Terutama pada industri pariwisata maupun UMKM, sehingga order yang diterima semakin sepi. Hal ini pun juga belum ada solusinya nya .

Saat ini menjaga stabilitas dari nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar memang sangat penting. Sementara pihak dari perusahaan setelah meliburkan karyawan sekaligus melakukan PHK yang disebabkan karena profit perusahaan mengalami penipisan. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi situs Smartfren.

Related Posts

Leave a Comment

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami : Accept Read More

Privacy Policy